Kembali

Laporan Analisis Stabilitas dan Sistem Perbankan

Ringkasan Laporan 

• Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan membaik dari 4,8% pada tahun 2015 menjadi 5,3% pada tahun 2016, terutama        
  berasal dari kenaikan permintaan domestik. 

• Rata-rata nilai tukar rupiah pada tahun 2016 diprediksi stabil pada kisaran Rp 14.000/US$.
• Rata-rata inflasi diprediksi mencapai 4,3% pada tahun 2016 dengan posisi akhir tahun di 4,5%. BI rate pada akhir tahun 2016
  diproyeksikan sebesar 7,5%.
• Pendirian LPS dilatarbelakangi oleh krisis moneter pada tahun 1997-1998 yang memberikan dampak negatif yang besar bagi  
  perekonomian khususnya industri perbankan.
• LPS memiliki fungsi sebagai loss minimizer sesuai dengan mandat Undang-Undang yaitu turut aktif memelihara stabilitas sistem  
  perbankan sesuai dengan kewenangannya.
• Dengan kinerja, peran, serta fungsi LPS selama 10 tahun ini, LPS akan menghadapi sejumlah tantangan ke depannya, seperti skema   penjaminan yang kredibel, pilihan resolusi yang cepat, efektif dan efisien, serta koordinasi dengan lembaga keuangan lain dalam  
  FKSSK.
• Penyaluran kredit perbankan tumbuh 10,27% y/y pada bulan Oktober 2015, turun 73 bps dibandingkan bulan sebelumnya. Ini adalah   penurunan terendah kedua setelah pertumbuhan pertengahan tahun sempat menyentuh angka di bawah 10%.
• Turunnya pertumbuhan nominal NPL terutama didorong oleh turunnya pertumbuhan kolektibilitas “Diragukan” yang selama ini  
   meningkat signifikan dalam 12 bulan terakhir.
• Dari penilaian sementara, Indeks Stabilitas Perbankan (Banking Stability Index, BSI) LPS dalam observasi bulan November 2015
  berada pada level 100,51 yang menunjukkan bahwa kondisi risiko industri perbankan Indonesia berada dalam status “Normal”. 

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan klik tautan berikut: Laporan Analisis Stabilitas dan Sistem Perbankan Triwulan I 2016